Kepemudaan di Mata Tengku Deddy

Senin, 10 Februari 2020 - 15:31:17 WIB Cetak

PEKANBARU (KR) - Pemuda, adalah salah satu unsur utama penentu suatu negara maju atau tidaknya.

Banyak hal yang terjadi di negara ini berkat olah pikiran serta kerja kerasnya para pemuda. Bahkan, kemerdekaan yang diraih oleh bangsa ini juga tak terlepas dari semangat para pemuda.

Dari zaman perjuangan hingga masuknya zaman reformasi, banyak terbentuknya organisasi kepemudaan yang bertujuan untuk memajukan bangsa ini.

Tengku Deddy, selaku salah satu pemerhati kemajuan kepemudaan di Riau ini juga berpendapat, pemuda merupakan bagian terpenting dari sebuah perjuangan dan merupakan suatu kepastian terlaksananya kesinambungan pembangunan politik.

Bahkan ia sempat mengutip perkataan yang berbunyi "Sekali Berarti Sudah Itu Mati" dan "Tindakan Adalah Pelaksanaan Kata-kata". 

Kata-kata yang ia kutip ini merupakan kata-kata yang keluar dari rahim kandung dua tokoh besar bangsa Indonesia Yaitu Chairil Anwar dan Ws. Rendra.

Kata-kata ini sangat mengilhaminya dan merupakan gambaran dari pemuda yang memberi warna Mimpi dan cita-cita besar untuk negeri serta patut untuk direnungi bersempena dengan proses yg terus digesa dan tidak boleh berhenti.

"Kita ketahui bersama bahwa kemampuan pemuda Indonesia dalam berpolitik tidak dapat diremehkan lagi.  Kemampuan pemuda Indonesa telah teruji dari waktu kewaktu dalam perjalan bangsa Indonesia, hal ini ditandai dengan tidak satupun gerakan perubahan bangsa Indonesia tanpa peran serta para pemuda/mahasiswa Indonesia. Pemikiran yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan politik dapat menjadi suatu pembaharuan dalam dunia perpolitikan. Saat ini sedikit demi sedikit telah terjadi pergeseran pandangan masyarakat terhadap pemuda Indonesia yang dulunya hanya dianggap sebagai kaum anarkis menjadi kaum intelektual yang berpikitan kritis," Ujar Tengku Deddy yang juga merupakan cucu dari H.Tenas Effendi.

Khusus para pemuda yang ada di Kota Dumai, ia pun menyarakan agar seluruh aspek kepemudaan selalu mempersiapkan diri, terutama untuk meraih cita-cita yang bermuara kepada kemakmuran.

"Semua dengan bekal dan persiapan harus rapi, karena
sekali layar terkembang pantang untuk berhenti, sampai pada cita-cita dan kemaslahatan dan kemakmuran itu terjadi, untuk Menuju Negeri yang Baldatun Thaiyibatun Warabbun ghafuur dengan ridho illahi untuk menuju Dumai gemilang cemerlang dan terbilang," Tuturnya.



Tulis Komentar +
Berita Terkait+